Berdasarkan pengamatan maupun atas dasar pengalaman
melaksanakan tugas sebagai :
Kapolres/kapolresta, kapolwil, kapolda, Perwira staff di
tingkat polda/Mabes Polri/Mabes ABRI/Dephankam.
Maka pada dasarnya ada 3 bentuk kepemimpinan yakni :
1.
Bersifat demokratis atau dengan mendaya gunakan
kemampuan staff, keputusan komandan yang diambil selalu berdasarkan pertimbangan
staff. Tipe ini baik tetapi kadang-kadang tidak dapat menjawab situasi yang
harus cepat diatasi. Paling menjengkelkan apabila ada komandan bawahan yang
menjawab :”saya adalah komandan yang baik, karena itu akan saya bicara khan
dulu dengan staff saya”. Sebelum meminta pertimbangan staff, komandan yang
cerdas sudah mempunyai konsep perkiraan cepat apa yang akan dilakukan baru
setelah itu meminta pertimbangan staff.
2.
Pemimpin atau komandan yang bersifat otoriter,
yang sering juga disebut sebagai “negative leadership”. Menghadapi anak buah, sang
komandan mengajukan pilihan : “ take it, or leave it”. Gaya kepemimpinan
tersebut dapat dikatakan transaksional.
3.
Gaya kepemimpinan yang bersifat netral,
atau bersikap “laissez faire laissez passer”. Kepemimpinan seperti ini hanya
bisa diterapkan apabila para perwira staff-nya benar-benar terdiri atas perwira
yang cerdas dan tangkas. Komandan semacam ini adalah type apa kata anak buah.
Sesungguhnya hanya ada 2(dua) pilihan bagi seorang komandan
dalam mengambil keputusan, yakni :
1.
Keputusannya bersifat transaksional dalam arti ”take
it, or leave it” .
2.
Atau bersifat transformasional, yakni dengan
cara merubah sikap mental anak buah dahulu. Keputusan semacam ini dapat
dilakukan apabila tidak dibutuhkan hasil yang segera terjadi. Tentu saja
prinsip transformasional ini bertentangan dengan prinsip perlunya “revolusi
mental” .
Demikian sekedar renungan tentang kepemimpinan/leadership di
bulan suci ramadhan ini. Untuk refrensi silahkan pelajari artikel dibawah ini
yang berjudul, “KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN TRANSFORMASIONAL”.
Wassalam,
Jacky Mardono (82)
KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN TRANSFORMASIONAL
1. Pendahuluan
Pemimpin merupakan salah satu elemen terpenting yang tak
akan pernah hllang dari kehidupan sosial manusia. Dia muncul karena adanya
berbagai perbedaan dalam kehidupan manuisa yang heterogen, yang kemudian butuh
untuk disatukan diselaraskan dan diarahkan agar perbedaan-perbedaan itu tidak
melahirkan konflik. Pada dasarnya pemimpin ada untuk itu. Dia bagai “orang
terpilih” karena semua pihak yang berbeda pendapat setuju untuk menjadikannya
penengah. Oleh sebab itu kebanyakan pemimpin sejati yang kita kenal adalah
orang yang memiliki kelebihan-kelebihan dibanding manusia kebanyakan. Ini
sangat wajar dan memang seharusnya begitu, karena tak mungkin ia akan
disepakati menjadi pemimpin kalau ia tak punya hal-hal yang membuat orang lain
“mengalah” kepadanya.
Namun yang perlu dipahami adalah, walaupun semua pemimpin
memiliki tujuan dasar yang sama, mereka tetaplah individu yang berbeda maka
bukanlah sesuatu yang aneh jika cara mereka memimpin juga berbeda, inilah yang
kita kenal dengan Kepemimpinan. Berdasarkan asumsi tersebut maka dapat dipahami
jika ada seribu pemimpin sejak peradaban manusia dimulai maka akan ada seribu
gaya kepemimpinan yang juga ikut terbentuk. Walauoun begitu, para peneliti
telah mengelompokkan beragam kepemimpinan tersebut ke dalam beberapa kelompok
berdasarkan sifat maupun ciri umumnya, sehingga lebih mudah bagi kita untuk
mempelajarinya.
Di antara jenis Kepemimpinan itu adalah kepemimpinan
transaksional dan transformasional. Kedua jenis kepemimpinan ini pertama kali
diungkapkan oleh Burn pada tahun 1978 dalam konteks politik, yang kemudian
dikembangkan oleh Bass:1985 serta Berry dan Houston:1993 yang membawanya dalam
konteks organisasional. Kepemimpinan Transaksional dan Transformasional sering
disebutkan secara berdampingan satu dengan yang lainnya ini karena pada
dasarnya keduanya memilki perspektif yang sama dalam hal seorang pemimpin harus
memberikan “sesuatu” agar anggota bergerak menuju tujuan organisasi, yang
membedakan keduanya adalah apa “sesuatu” yang diberikan tersebut. Lebih jelasnya
akan dijelaskan pada bagian berikutnya dari tulisan ini.
2.Kepemimpinan Transaksional
a. Pengertian
- Model kepemimpinan yang terjadi ketika pola relasi antara
pemimpin dengan konstituen, maupun antara pemimpin dengan elit politik lainnya
dilandasi oleh semangat pertukaran kepentingan ekonomi atau politik untuk
-Menurut Bycio dkk. (1995) serta Koh dkk. (1995),
kepemimpinan transaksional adalah gaya kepemimpinan di mana seorang pemimpin
menfokuskan perhatiannya pada transaksi interpersonal antara pemimpin dengan
karyawan yang melibatkan hubungan pertukaran. Pertukaran tersebut didasarkan
pada kesepakatan mengenai klasifikasi sasaran, standar kerja, penugasan kerja,
dan penghargaan.
- Dari pengertian tersebut secara sederhana Kepemimpinan
Transaksional dapat diartikan sebagai cara yang digunakan seorang pemimpin
dalam menggerakkan anggotanya dengan menawarkan imbalan/akibat terhadap setiap
kontribusi yang diberikan oleh anggota kepada organisasi.
b. Karakteristik
Kepemimpinan Transaksiona
- Pengadaan Imbalan,
pemimpin menggunakan serangkaian imbalan untuk memotivasi para anggota,
Imbalannya berupa kebutuhan tingkat fisiologis (maslow).
-
Eksepsi/pengecualian, dimana pemimpin akan memberi tindakan koreksi atau
pembatalan imbalan atau sanksi apabila anggota gagal mencapai sasaran prestasi
yang ditetapkan
c. Karakteristik
Pemimpin Transaksionalis
- Mengetahui
keinginan bawahan
- Terampil
Memberikan imbalan atau janji yang tepat
- Responsif
terhadap kepentingan bawahan
d. Kondisi yang dianggap pas dalam menerapkan Kepemimpinan
Transaksional
- Internal
1. Struktur
Organisasi (mekanistik, peraturan, prosedur jelas, sentralisasi tinggi)
2. Teknologi
Organisasi (teknologi proses, kontinue, mass-production)
3. Sumber kekuasan
& pola hubungan anggota organisasi (sumber kekuasaaan di dalam struktur,
hubungan formal)
4. Tipe kelompok
kerja(kerja tim, sifat pekerjaan umumnya engineering/teknis)
- Eksternal
1. Struktur
lingkungan luar(baik, norma kuat, status quo)
2.Kondisi perubahan (lambat, tidakstabil, ketidakpastian
rendah)
3.Kondisi pasar( stabil)
3. Kepemimpinan Transformasional
a. Pengertian
- Keller (1992)
mengemukakan bahwa Kepemimpinan Transformational adalah sebuah gaya
kepemimpinan yang mengutamakan pemenuhan terhadap tingkatan tertinggi dari
hirarki maslow yakni kebutuhan akan harga diri dan aktualisasi diri.
- Kepemimpinan
transformasional inilah yang sungguh-sungguh diartikan sebagai kepemimpinan
yang sejati karena kepemimpinan ini sungguh bekerja menuju sasaran pada
tindakan mengarahkan organisasi kepada suatu tujuan yang tidak pernah diraih
sebelumnya. Para pemimpin secara riil harus mampu mengarahkan organisasi menuju
arah baru (Locke, 1997).
- Kepemimpinan
ini juga didefinisikan sebagai kepemimpinan yang membutuhkan tindakan
memotivasi para bawahan agar bersedia bekerja demi sasaran-sasaran
"tingkat tinggi" yang dianggap melampaui kepentingan pribadinya pada
saat itu (Bass, 1985; Burns, 1978; Tichy dan Devanna, 1986, seperti dikutip
oleh Locke, 1997).
- Sarros dan
Butchatsky (1996), bahwa model kepemimpinan transformasional merupakan konsep
kepemimpinan yang terbaik dalam menguraikan karakteristik pemimpin sehingga
para pemimpin kita lebih berkerakyatan dan berkeadilan sosial.
- Secara
sederhana dapat dipahami bahwa Kepemimpinan Transformasional adalah
kepemimpinan yang membawa organisasi pada sebuah tujuan baru yang lebih besar
dan belum pernah dicapai sebelumnya dengan memberikan kekuatan mental dan
keyakinan kepada para anggota agar mereka bergerak secara sungguh-sungguh
menuju tujuan bersama tersebut dengan mengesampingkan kepentingan/keadaan
personalnya.
b. Karakteristik Kepemimpinan Transformasional
- Adanya pemberian
wawasan serta penyadaran akan misi, membangkitkan kebanggaan, serta menumbuhkan
sikap hormat dan kepercayaan pada para bawahannya (Idealized Influence -
Charisma)
- Adanya proses
menumbuhkan ekspektasi yang tinggi melalui pemanfaatan simbol-simbol untuk
memfokuskan usaha dan mengkomunikasikan tujuan-tujuan penting dengan cara yang
sederhana (Inspirational Motivation),
- Adanya usaha
meningkatkan intelegensia, rasionalitas, dan pemecahan masalah secara seksama
(Intellectual Stimulation),
- Pemimpin memberikan perhatian, membina, membimbing, dan
melatih setiap orang secara khusus dan pribadi (Individualized Consideration).
c. Karakteristik Pemimpin Transformasionalis
- Kharismatik
- Inspiratif dan motivatif
- Percaya diri
- Mampu berkomunikasi dengan baik
- Visioner
- Memiliki idealisme yang tinggi
d. Kondisi yang dianggap pas dalam menerapkan Kepemimpinan
Transformasional
- Eksternal
1. Struktur
lingkungan luar (ada tekanan terhadap situasi, Ketidakpuasan masyarakat)
2. Kondisi
perubahan (berubah cepat, bergejolak, ketidakpastian)
3. Kondisi pasar
(sering terjadi perubahan dan tak stabil)
4. Pola hubungan
kepemimpinan (pemimpin sebagai orang tua yang membimbing ke pencapaian tujuan,
hubungan emosional dengan anggota kental dan dekat)
- Internal
1. Struktur Organisasi (organik, prosedur adaptif, otoritas
tidak jelas, desentralisasi)
2. Teknologi Organisasi (teknologi batch/satu kali
pengerjaan)
3. Sumber kekuasan
& pola hubungan anggota organisasi (sumber kekuasaan penguasaan informasi,
hubungan informal)
4. Tipe kelompok
kerja (kerja tim-variatif, sifat pekerjaan umumnya yang memerlukan kreativitas
tinggi, craft:keahlian, heuristic:tidak terstruktur, manajemen atas dan
menengah)
e. Ilustrasi dan Contoh Kasus
Kepemimpinan ini sering muncul pada situasi-situasi yang monoton dan
atau terpuruk pada sebuah organisasi. Dimana organisasi menghadapi sebuah
kondisi yang “luar biasa”. Ilustrasi yang paling mudah dipahami menurut kami
adalah saat seorang pelatih tim sepak bola misalnya, yang akan berhadapan
dengan tim yang selama ini dianggap sebagai “raksasa” maka pelatih akan member
motivasi dan sistem latihan baru untuk meningkatkan kepercayaan diri dan
kekuatan mental dari timnya. Adapun contoh pemimpin transformasional sangatlah
banyak dan yang paling tinggi di antara mereka semua adalah Rasulullah Muhammad
Shallallahu alaihi wa sallam.
4. Kesimpulan
1. Kepemimpinan
Transaksional dapat diartikan sebagai cara yang digunakan seorang pemimpin
dalam menggerakkan anggotanya dengan menawarkan imbalan/akibat terhadap setiap
kontribusi yang diberikan oleh anggota kepada organisasi.
2. Kepemimpinan
Transformasional adalah kepemimpinan yang membawa organisasi pada sebuah tujuan
baru yang lebih besar dan belum pernah dicapai sebelumnya dengan memberikan
kekuatan mental dan keyakinan kepada para anggota agar mereka bergerak secara
sungguh- sungguh menuju tujuan bersama tersebut dengan mengesampingkan
kepentingan/keadaan personalnya.
3. Keduanya
memiliki kesamaan dalam hal perlunya memberikan “sesuatu” kepada anggota agar
mereka bergerak sesuai tujuan organisasi, selain itu ada juga tiga perbedaan
antara jenis kepemimpinan ini, yakni :
i. Transaksional memberi imbalan berupa kebutuhan fisiologis
bagi para anggotanya sedangkan transformasional memberi inspirasi dan motivasi
untuk mendapatkan self esteem/harga diri dan aktualisasi diri.
ii. Dalam hal kepentingan yang didahulukan, kepemimpinan
transaksional mementingkan kepentingan pribadi anggota untuk ditukar dengan
imbalan agar ia mau bekerja demi kepentingan bersama sedangkan transformasional
mementingkan kepentingan bersama dengan menjelaskan betapa pentingnya hal
tersebut sehingga anggota rela mengesampingkan kepentingan pribadinya.
iii. Dalam hal situasi internal dan eksternal
organisasi, transaksional biasanya dipakai dalam situasi yang stabil dan dalam
hal-hal teknis yang telah baku prosedurnya sedangkan Transformasional dipakai
dalam keadaan tak stabil dan atau terpuruk serta dalam hal-hal yang bersifat
strategis dan tak baku.
thanks for Bang ajie pangestu......
No comments :
Post a Comment