PERTEMUAN
4
KONSEP PENCEGAHAN KEJAHATAN
PRIMARY,
SECONDARY, TERTIARY CRIME PREVENTION
( PENEKANAN
)
1.
Pencegahan kejahatan tingkat pertama (primary crime prevention)
( PENEKANAN) :
Primary
crime prevention
Ø Pencegahan kejahatan tingkat i
l Andalkan usaha warga masyarakat dlm eliminasi
pengaruh lingk fisik & sosial
l Yg memberi peluang bagi perilaku menyimpang.
Ø Crime prevention meliputi upaya
l Pencegahan (preventif pasif) &
l Penangkalan (prev aktif atau preemptive).
Ø Pendekatan dlm primary crime prevention:
l pencegahan melalui desain lingk,
l pencegahan oleh lingkungan,
l pencegahan dg alihkan kejahatan,
l Pencegahan melalui media massa,
l Penjeraan umum.
- Primary crime prevention adl upaya pencegahan kejahatan dengan mengandalkan usaha warga
masyarakat dalam mengeliminasi
pengaruh lingkungan fisik dan sosial yang berpotensi menimbulkan perilaku
menyimpang.
- Pencegahan
kejahatan tingkat pertama berorientasi pd lingkungan, menciptakan
lingkungan dari yg tdk kondusif untuk tdk memunculkan kejahatan lainnya.
Mencegah kejahatan dengan berfikir klasik bhw org melakukan kejahatan krn
ia mempertimbangkan resiko dan manfaat. Resiko yg kecil maka muncul
keputusan melakukan kejahatan. Cara untuk mereduksi peluang dan
meningkatkan faktor resiko.
Pencegahan kejahatan tingkat
I andalkan usaha warga masyarakat dlm eliminasi pengaruh lingk fisik &
sosial yg memberi peluang bagi perilaku menyimpang.
Crime prevention meliputi
upaya pencegahan (prev pasif) & penangkalan (prev aktif atau preemptive). Pendekatan dlm primary crime prevention:
* pencegahan melalui desain lingk,
* pencegahan oleh lingkungan,
* pencegahan dg alihkan kejahatan,
* pencegahan melalui media massa,
* penangkalan umum.
Lingkungan
fisik dan pencegahan kejahatan
- CPTED
(Crime Prevention Through
Environmental Design), menampilkan wilayah yg memiliki resiko tinggi
bagi org yg berbuat jahat
Mrpk salah satu pendekatan
dari primary crime prevention dengan pemodifikasian lingkungan fisik termasuk
disain arsitektur.
Upaya :
a. dapatkan teritoriality &
surveillance
b.
pengetatan target / sasaran
c.
pengenalan pengguna sah suatu area
Ide dasar : “defensible
space” Ã oscar newman (1972)
- Reduce
incivilities & criminal opportunity, strategi yg digunakan adalah
fixing broken window (mengurangi situasi ketidak teraturan dan lingkungan
yg tidak tertata).
Incivilities suatu keadaan
baik fisik maupun sosial tunjukkan ketidak pedulian sosial yg dpt memberi peluang bg timbulnya kejahatan
(newman’s image)
Physical incivilities: rumah
kosong, kendaraan yg ditinggalkan, sampah, gedung rusak, corat-coret, tanah
kosong (wilson & kelling)
Social incivilities : lingk
pemabukan, lingk narkoba, pengangguran, pemuda bermasalah, pelacuran, lack of
interaction between people on the street, heterogenitas rasial, gelandangan,
pengembara, tekanan rasial, dan lain-2 faktor yg setara.
- Physical
design features in crime prevention, Peluang kejahatan merupakan fungsi
OTREP (Opportunity is the result of Target, Ris, Effort dan Pay-off),
bangun kohesivitas sosial lingkungan.
OTREP (crime opportunity is
the result of target, risk, effort & pay off / peluang kejahatan adl fungsi dr target yg cocok, resiko yg rendah,
upaya yg bs dilakukan serta hasil yg memadai), kjht tdk terjadi apbl hsl
< cost, resiko tinggi kurangi hsl. Manipulasi desain fisik lingk perbesar
cost.
Intermediate factors/ goals
pengaruhi crime :
- access control / target
hardening (legitimate person to enter), metode gun alat (kunci, pagar, teralis,
kaca tahan pecah, alarm, kamera, lampu), eliminasi escape route, tandai barang.
- surveillance (residents observe offenders) : penempatan
jendela, pintu menghadap ke jalan, orang tak dikenal di area à lapor polisi.
- activity support &
motivation reenforcement (building the community atmosphere), kenali tetangga
& kebuth umum, yg dihadapi komunitas adl tingkat kohesi & atmosfir
sosial.
Result : lower crime
- The
impact of physical design : cara mencegah
terjadinya kejahatan dpt melalui pemasangan penerangan jalan, CCTV, Satu akses, Portal,
street layout
Residents CP programs –
physical design
Membangun sense of community
– area :
- Tampilkan sense of safety
(image)
- Memungkinkan kegiatan
surveillance
Study public housing di Newark
-
Accessibility & building size direct effect on bulglary & fear of crime (TP 1)
-
Building size also effect the use of space & feeling of control over space (TP
2)
-
Indirectly on crime & fear (TP 3)
Social features are
important determi - nant of
the crime rate & fear of crime
Pencegahan kejahatan oleh lingkungan :
- Neighborhood
Crime Prevention (masy bekerja sendiri), untuk pengaruhi level of crime &fear,
metode: block watch (pos kamling yg ada di tempat/blok/ruas
jln tertentu), citizen
patrol (ronda kampung), police community involvement
(masy dan polisi memiliki kegiatan bersama).
- Neighborhood-based
crime prevention (berbasis pd lingkungan RT), untuk meningkatkan rasa keterlibatan dan
tanggung jawab warga dlm dal kejahatan, perubahan perilaku
masy shg sadar akan mslh keamanan, peningkatan kerjasama masy dan polisi.
LIMA ASUMSI PROBLEM DLM PROGRAM WASLING
(ROSENBAUM, 1987)
1.
Neighborhood
watch dapat dilaksanakan dgn menyiapkan partisipasi skala besar (tdk semua
program tersedia untuk mayoritas populasi)
2. Bila ada peluang partisipasi penduduk akan bergabung
dlm program yg diminati dan mengabaikan karakteristik sosiodemografi
3. Pertemuan warga dpt moderasi konsensus rumuskan
masalah, turunkan FOC dan kat partisipasi
4. Pemeliharaan program adalah masalah utama, tdk ada
program yg berlanjut sendiri
5. Pengawasan lingkungan akan reduksi aktivitas kejahatan di suatu area dan
berdampak pada perubahan postif lainnya
Crime
prevention domain and activities
• Personal access control (pengamanan terhadap
diri sendiri): multiple doorlocks (kunci
ganda).
• Personal security (membuat org aman scr
pribadi) : owning dog
(memiliki anjing), owning gun
(memiliki senjata).
• Surveillance : participating in neighborhood watch
(partisipasi org lain untuk saling mengawasi)
• Avoidance : staying home (tinggal di dlm rumah)
• Target hardening (meningkatkan potensi
target untuk sulit didekati):
having burglar alarms (mamasang alarm), marking of
proverty
(menandai properti, misal : stempel pd hewan sapi)
Perpindahan kejahatan
•
Pergerakan
kejahatan dari satu potensi target ke target lain atau penyebaran dari satu
lingkungan tertentu ke tempat lain
•
Bentuk :
-
Teritorial (pindah ke lokasi lain)
-
Temporal (pindah ke waktu lain)
-
Taktikal (penggunaan alat/cara lain)
-
Target (pindah ke korban lain)
-
Fungsional (ganti tipe kekerasan, mis pencurian ke
perampokan).
Implikasi Displacement
•
Perpindahan penjahat hrs dipertimbangkan dlm setiap
program pencegahan kejahatan
•
Pengaruh kegiatan pencegahan kejahatan belum banyak
diketahui, pencegahan kejahatan memiliki potensi untuk mereduksi kejahatan.
•
Kejadian2 perpindahan kejahatan mendorong munculnya
dukungan terhadap program pencegahan kejahatan :
- Program tdk sesukses spt
saat mrk tdk mempertimbangkan perpindahan kejahatan
- Program mungkin tentang
perubahan dlm target area, tingkat
kejahatan & rasa takut kejahatan pindah ke korban lain.
- Pemecahan yang mungkin
dilakukan thd perubahan kejahatan adl mereduksi perpindahan kejahatan lebih
ditingkatkan dlm skala pencegahan kejahatan yg lbh besar
Media Massa dan Kejahatan
•
The media & crime
-
The level of reported crime (mengulas data kejahatan yg tjd dan yg dilaporkan
oleh polisi untuk membuat prediksi kejahatan tahun berikutnya)
-
Media accounts & actual crime (kejahatan yg sesungguhnya tjd)
-
The impact of crime in the media on behavior (dampak dr kejahatan yg ditayangkan media thd
perilaku warga masy)
•
Mass media crime prevention activities
- Taking a bite out of crime
campaign (misal mencegah peredaran uang palsu dengan iklan
di media)
- Crime newsletters (polisi membuat pesan2 kamtibmas yg disebarkan ke
masy)
- Information lines (masy mudah mengakses informasi)
- Crime time television (adanya waktu2 yg dipilih untuk menayangkan berita
ttg kejahatan)