PERTEMUAN
3
SITUATIONAL
CRIME PREVENTION :
THEORETICAL BACKGROUND
THEORETICAL BACKGROUND
(Drs. SUPARDI HAMID, M.Si)
- Bgm mengeleminasi faktor kesempatan / peluang bg penjahat untuk beraksi. Dpt dilakukan dengan mengidentifikasi mslh untuk menentukan tindakan kepolisian
- Asumsi utama, Gary Becker: Crime and Punishment: An Economic Approach (1968):
“Seseorang melakukan pelanggaran hukum
(kejahatan) jika manfaat yang diharapkannya melebihi manfaat yang bisa ia
dapatkan dengan menggunakan waktu dan sumber-sumber lain pada
aktivitas-aktivitas lain yang dikeluarkannya”
Artinya
manfaat yg ditawarkan kejahatan melebihi dr manfaat saat kita bekerja scr
konvensional.
Dampak
dr manfaat yg diharapkan :
1.
Kemungkinan penangkapan dan penjatuhan
hukuman
-
Analog dengan kemungkinan harus membayar
ganti rugi
2.
Penderitaan dari penghukuman
-
Analog dengan “harga”
3.
“Variabel
lain”
a.
Variabel pendapatan dalam aktivitas legal dan ilegal
b.
Keinginan untuk melakukan tindakan ilegal
(kepuasan tersendiri)
c.
kepandaian, umur (tdk ada batasan umur), pendidikan (menentukan jenis kejahatan
yg akan terjadi), pengasuhan keluarga.
Kejahatan adalah suatu pilihan rasional : Cornish and Clarke (1986)
-
Pelibatan kejahatan: keputusan untuk terlibat dalam kejahatan
(versus aktivitas
lainnya)
bagi para pelaku kejahatan sangat ditentukan oleh suatu pilihan yg rasional.
-
Penentuan keterlibatan dalam kejahatan: faktor-faktor yang mempengaruhi
keputusan untuk melakukan kejahatan spesifik. Misal pelaku curanmor
dilatarbelakangi oleh penjualan motor yg cepat shg mudah mendapatkan uang.
Pelibatan Kejahatan
- Pilihan-pilihan untuk menjadi terlibat dalam kejahatan, melanjutkan diri di dalam kejahatan, dan berhenti dari kejahatan. Faktor yg mempengaruhi adl beragam situasi yg mempengaruhinya.
- Masing-masing (pelibatan, pelanjutan, keluar) memerlukan penjelasan yang terpisah Pelibatan : adl faktor yg hrs di intervensi dlm pencegahan, untuk menghentikannya maka faktor2 itu perlu di intervensi shg cepat terekspose dlm individu agar cepat memutuskan untuk berhenti melakukan kejahatan.
- Keputusan pelibatan adalah multi-langkah dan multi-faktor, memerlukan periode waktu yang panjang.
- Faktor-faktor yang melatarbelakangi
tempramen, kepandaian, tipe kognitif, jenis kelamin, klas, pendidikan, ketetanggaan, broken home…
- Pengalaman sebelumnya
Pembelajaran
langsung dan dari sumber lain, sikap
moral, persepsi
diri, pandangan
ke depan dan perencanaan
- Evaluasi Solusi
Derajat
upaya, jumlah
penghargaan, penghukaman
yang menderitakan dan pantas, biaya
moral
Routine
Activities Theory
Cohen and Felson (1979): “Crime and Everyday Life”
Dapat
disebut dengan kejahatan kontak langsung (kejahatan jalanan) : Kejahatan
sebagai pertemuan dari Waktu dan Tempat dari Tiga Faktor
1. Pelanggar
yang termotivasi :
2. Target
yang sesuai
3. Kurangnya
penjagaan yang memadai
Lingkup: “Kejahatan kontak langsung”
Kejahatan
adalah suatu produk dari aktivitas-aktivitas rutin dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini berlaku baik untuk pelaku kejahatan dan korban kejahatan.
Sebagian
besar dari aktivitas rutin adalah aktivitas legal artinya aktivitas rutin masy adl sumber
masalah untuk terjadinya kejahatan. Misal : wanita yg pulang mlm dengan
menggunakan taksi.
Pelaku kejahatan secara umum
1. Asumsinya
adalah bahwa pelaku kejahatan potensial selalu ada atau hadir di semua tempat.
Penjahat yg memiki karakteristik dan cocok melakukan kejahatan di tempat tsb.
2. Kritik
terhadap pernyataan ini (apa
hal itu benar-benar diambil dari teori tentang kejahatan?)
3. Penjelasan
yang sesungguhnya tentang “viktimisasi” atau “peristiwa kejahatan”
Target yang sesuai
- Mempertimbangkan Nilainya dr calon target yg akan diakses. (Rp, kemampuan untuk memagari atau melindungi dirinya).
- Keterlihatan (pencahayaan dan suara)
- Aksesibilitas (mengapa dapat menjadi korban)Kemampuan pelaku untuk mendekati korbannya, alasan seseorang mjd korban kejahatan. Yg di identifikasi pertama kali adl kondisi aksesibilitas dr korban kejahatan tsb (Kondisi pertama kali korban).
- Mobilitas (Pergerakan orang)Mempertimbangkan frekuensi seseorang yg berlalu lalang di jalanan. Misal : pelaku copet di jalan raya akan sangat mudah dilakukan bila korbannya melakukan pergerakan yg cepat di jalan
1.
Kekuatan dalam jumlah penjaga/penjagaan
2.
Perlindungan dari polisi
3.
Kontrol sosial informal
4.
Waktu yang digunakan dalam rumah
Mengevaluasi Routine Activities Theory
1.
Pendukungan empiris
-
Rasio aktivitas rumah-tangga Household activity terkait dengan kejahatan
-
Titik rawan kejahatan di dalam area tingkat
kejahatan yang tinggi
-
Studi penjara
-
Studi viktimisasi : org yg beraktifitas
diluar rumah
-
Studi pelaporan diri
2.
Kritik ? Memperkuat common sense (N + K = Kejahatan)
Sepuluh prinsip dari kesempatan dan Kejahatan
1.
Kesempatan memainkan peranan dalam penyebab
semua kejahatan
2.
Kesempatan kejahatan adalah secara spesifik
tinggi
3.
Kesempatan kejahatan terkonsentrasi dalam
waktu dan tempat
4.
Kesempatan kejahatan tergantung pada
pergerakan-pergerakan setiap hari dari aktivitas
5.
Satu kejahatan menghasilkan kesempatan bagi
kejahatan lainnya krn dlm psikologi ada teori ttg imitasi (mencontoh).
6.
Beberapa produk menawarkan lebih banyak
godaan bagi seseorang untuk menggunakan kesempatan melakukan kejahatan
7.
Perubahan-perubahan sosial dan teknologi
menghasilkan kesempatan kejahatan baru
8.
Kejahatan dapat dicegahdengan mengurangi
kesempatan
9.
Mengurangi kesempatan tidak secara langsung
memindahkan kejahatan
10.
Pengurangan kesempatan yang terfokus dapat
menghasilkan pengurangan secara lebih luas dari kejahatan
No comments :
Post a Comment