song by me

Tuesday, 10 March 2015

" SONTOLOYO "

Kata ‘sontoloyo’ tidak lagi sering diucapkan orang bahkan maknanyapun sudah tidak diketahui lagi. Yang jelas ini adalah ungkapan makian atau serapahan namun tidak terlalu ‘keras’. Seorang dari dosen saya yang masuk golongan manusia ‘voor de oorlog’ (arti harafiahnya ‘sebelum perang’) paling sering mengucapkan kata ‘sontoloyo’ ini kepada anak didiknya. 
Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘sontoloyo’ diberi makna : konyol, tidak beres, bahkan bodoh. Terasa ada nada kekesalan atau terusik dari si pengucap serapahan ini.
Anda pasti pernah mengalami berada di suatu tempat umum, apakah di ruang tunggu rumah sakit atau didalam bus kota dan telepon genggam orang yang berada disebelah anda berdering. Dia memencet tombol di HP nya dan dengan sound di-on-kan mulailah dia berbicara. Maka mau tak mau, suka tak suka kita yang berada disekitarnya dipaksa mendengarkan dialog antara dia dengan si penelpon itu. Seakan-akan dia mau mengatakan ini pembicaraan penting dan semua orang yang berada disitu perlu mendengarkannya pula.
Atau pengalaman yang satu ini. Rumah anda memang berada dalam kawasan dengan lalu lintas yang cukup ramai. Tapi ini belum cukup. Perhatikan betapa banyaknya pengendara sepeda motor yang sengaja melepas kenalpotnya ( muffler dalam bahasa Inggrisnya yang berarti peredam suara). Dan dengan gagah berani digebernya motornya sekeras-kerasnya.
Mungkin dia sedang berkhayal jadi seorang road racer di arena balap atau menjadikan suara kenalpot yang membahana itu sebagai pelampiasan frustasinya.
Masih ingin contoh lain di jalanan? Anda sedang duduk beristirahat sejenak di bangku taman. Datanglah mobil sedan dan memarkir kendaraannya tak jauh dari anda berada.
Ini sah-sah saja. Tetapi ternyata mesinnya tidak dimatikannya. Si pengemudi ini nampaknya ingin kesejukan AC didalam mobilnya tetap terjaga. Maka berkepul-kepulah asap menyergap hidung kita.
Ilustrasi diatas ini bisa disebut sebagai nuisance atau annoyance. Dia sangat mengganggu kita tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Apa yang dilakukannya ’tidak melanggar hukum’. Mau menegur sepertinya apa yang dilakukan itu hak pribadinya.
Saya mempunyai pengalaman yang cukup unik. Anak balita sering dibelikan sepatu oleh orang tuanya dengan aksesori yang mungkin menurut produsen sepatu itu cute. Aksesori itu adalah bunyi-bunyian cit..cit..cit setiap kali kaki mungil si balita ini menjejak ke tanah. Atau kadang-kadang ditambah juga dengan kelap-kelip lampu.
Saya sangat ’benci’ kalau ada anak kecil ber ’cit cit cit’ lalu lalang di sekitar saya.
Apakah saya berhak menegur orangtuanya untuk melepas sepatu anaknya itu ? Sudah pasti tidak. They do nothing wrong. Tapi saya terganggu. Kalau dalam bahasa ibu saya yang masih suka ‘Holland spreken’ ini betul-betul vervelend.
Gangguan yang mungkin sepele tapi mungkin juga tidak tergantung dari individu yang mengalaminya mengingatkan saya akan umpatan ‘sontoloyo’ tadi. Barangkali kata ini terlampau keras untuk dilontarkan pada hal-hal yang remeh-temeh tadi. Karenanya saya juga berupaya memaparkannya tanpa nada ’getir’ atau menunjuk hidung. Dan ini memang tidak mudah dan sederhana. Kita sudah merasa berbahasa halus dan santun namun tetap ditangkap oleh sementara orang sebagai bahasa yang melecehkan.
Harapan saya sharing ini bisa memperluas cakrawala pikir kita.  
" Tags: gustaaf kusno sontoloyo ", kompasiana 06 October 2009

 

" Sontoloyo " 

Berdasarkan artikel di atas, pengalaman yang sama pernah terjadi kepada kami Mahasiswa STIK-PTIK saat menerima materi pelajaran dari dosen bagi saya kata itu hanya ungkapan kekesalan semata melihat hal-hal yang menurut kita salah kurang benar pada posisi yang kurang pas, untuk itu kesadaran masing-masing individu untuk berbuat yang benar seperti yang diketahui dan dimengerti yang seharusnya bukan sebaliknya menjadi orang-orang yang Sontoloyo.  

dimana dengan makna ungkapan ini harapan beliau agar kedepan Generasi penerus POLRI menjadi seorang perwira yang mengerti dan tahu akan tugas tanggungjawabnya membawa nama Polri yang harum di Masyarakat dan berguna bagi nusa dan bangsa bukan menjadi generasi Sontoloyo hanya pelengkap semata. 

Jadikanlah hidup & keberadaanmu berarti mulai dari sekarang..................................

 

" Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu! "  ( John F. Kennedy )

 

Good luck ...........

No comments :

Post a Comment