Kata ‘sontoloyo’ tidak lagi sering diucapkan
orang bahkan maknanyapun sudah tidak diketahui lagi. Yang jelas ini
adalah ungkapan makian atau serapahan namun tidak terlalu ‘keras’.
Seorang dari dosen saya yang masuk golongan manusia ‘voor de oorlog’
(arti harafiahnya ‘sebelum perang’) paling sering mengucapkan kata
‘sontoloyo’ ini kepada anak didiknya.
Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘sontoloyo’ diberi makna : konyol, tidak beres, bahkan bodoh. Terasa ada nada kekesalan atau terusik dari si pengucap serapahan ini.
Anda pasti pernah mengalami berada
di suatu tempat umum, apakah di ruang tunggu rumah sakit atau didalam
bus kota dan telepon genggam orang yang berada disebelah anda berdering.
Dia memencet tombol di HP nya dan dengan sound di-on-kan
mulailah dia berbicara. Maka mau tak mau, suka tak suka kita yang
berada disekitarnya dipaksa mendengarkan dialog antara dia dengan si
penelpon itu. Seakan-akan dia mau mengatakan ini pembicaraan penting dan
semua orang yang berada disitu perlu mendengarkannya pula.Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘sontoloyo’ diberi makna : konyol, tidak beres, bahkan bodoh. Terasa ada nada kekesalan atau terusik dari si pengucap serapahan ini.
Atau pengalaman yang satu ini.
Rumah anda memang berada dalam kawasan dengan lalu lintas yang cukup
ramai. Tapi ini belum cukup. Perhatikan betapa banyaknya pengendara
sepeda motor yang sengaja melepas kenalpotnya ( muffler dalam bahasa Inggrisnya yang berarti peredam suara). Dan dengan gagah berani digebernya motornya sekeras-kerasnya.
Mungkin dia sedang berkhayal jadi seorang road racer di arena balap atau menjadikan suara kenalpot yang membahana itu sebagai pelampiasan frustasinya.
Masih ingin contoh lain di jalanan? Anda
sedang duduk beristirahat sejenak di bangku taman. Datanglah mobil
sedan dan memarkir kendaraannya tak jauh dari anda berada.
Ini sah-sah saja. Tetapi ternyata
mesinnya tidak dimatikannya. Si pengemudi ini nampaknya ingin kesejukan
AC didalam mobilnya tetap terjaga. Maka berkepul-kepulah asap menyergap
hidung kita.
Ilustrasi diatas ini bisa disebut sebagai nuisance atau annoyance. Dia
sangat mengganggu kita tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Apa yang
dilakukannya ’tidak melanggar hukum’. Mau menegur sepertinya apa yang
dilakukan itu hak pribadinya.
Saya mempunyai pengalaman yang
cukup unik. Anak balita sering dibelikan sepatu oleh orang tuanya dengan
aksesori yang mungkin menurut produsen sepatu itu cute.
Aksesori itu adalah bunyi-bunyian cit..cit..cit setiap kali kaki mungil
si balita ini menjejak ke tanah. Atau kadang-kadang ditambah juga dengan
kelap-kelip lampu.
Saya sangat ’benci’ kalau ada anak kecil ber ’cit cit cit’ lalu lalang di sekitar saya.
Apakah saya berhak menegur orangtuanya untuk melepas sepatu anaknya itu ? Sudah pasti tidak. They do nothing wrong. Tapi saya terganggu. Kalau dalam bahasa ibu saya yang masih suka ‘Holland spreken’ ini betul-betul vervelend.
Gangguan yang mungkin sepele tapi mungkin juga
tidak tergantung dari individu yang mengalaminya mengingatkan saya akan
umpatan ‘sontoloyo’ tadi. Barangkali kata ini terlampau
keras untuk dilontarkan pada hal-hal yang remeh-temeh tadi. Karenanya
saya juga berupaya memaparkannya tanpa nada ’getir’ atau menunjuk
hidung. Dan ini memang tidak mudah dan sederhana. Kita sudah merasa
berbahasa halus dan santun namun tetap ditangkap oleh sementara orang
sebagai bahasa yang melecehkan.
Harapan saya sharing ini bisa memperluas cakrawala pikir kita.
No comments :
Post a Comment