song by me

Sunday, 15 March 2015

" KONSEP PENCEGAHAN KEJAHATAN "



PERTEMUAN 4

KONSEP PENCEGAHAN KEJAHATAN 
PRIMARY, SECONDARY, TERTIARY CRIME PREVENTION
( PENEKANAN )

1.    Pencegahan kejahatan tingkat pertama (primary crime prevention)
 ( PENEKANAN) :
Primary crime prevention
Ø  Pencegahan kejahatan tingkat i
l  Andalkan usaha warga masyarakat dlm eliminasi pengaruh lingk fisik & sosial
l  Yg memberi peluang bagi perilaku menyimpang.
Ø  Crime prevention meliputi upaya
l  Pencegahan (preventif pasif) &
l  Penangkalan (prev aktif atau preemptive).
Ø  Pendekatan dlm primary crime prevention:
l   pencegahan melalui desain lingk,
l   pencegahan oleh lingkungan, 
l   pencegahan dg alihkan kejahatan,
l   Pencegahan melalui media massa,
l   Penjeraan umum.

  • Primary crime prevention adl upaya pencegahan kejahatan dengan mengandalkan usaha warga masyarakat  dalam mengeliminasi pengaruh lingkungan fisik dan sosial yang berpotensi menimbulkan perilaku menyimpang.
  • Pencegahan kejahatan tingkat pertama berorientasi pd lingkungan, menciptakan lingkungan dari yg tdk kondusif untuk tdk memunculkan kejahatan lainnya. Mencegah kejahatan dengan berfikir klasik bhw org melakukan kejahatan krn ia mempertimbangkan resiko dan manfaat. Resiko yg kecil maka muncul keputusan melakukan kejahatan. Cara untuk mereduksi peluang dan meningkatkan faktor resiko.

Pencegahan kejahatan tingkat I andalkan usaha warga masyarakat dlm eliminasi pengaruh lingk fisik & sosial yg memberi peluang bagi perilaku menyimpang.
Crime prevention meliputi upaya pencegahan (prev pasif) & penangkalan (prev aktif atau preemptive). Pendekatan dlm primary crime prevention:
      *          pencegahan melalui desain lingk,
      *          pencegahan oleh lingkungan,
      *          pencegahan dg alihkan kejahatan,
      *          pencegahan melalui media massa,
      *          penangkalan umum.
Lingkungan fisik dan pencegahan kejahatan
  1. CPTED (Crime Prevention Through Environmental Design), menampilkan wilayah yg memiliki resiko tinggi bagi org yg berbuat jahat
Mrpk salah satu pendekatan dari primary crime prevention dengan pemodifikasian lingkungan fisik termasuk disain arsitektur.
Upaya :
a.    dapatkan teritoriality & surveillance
b.    pengetatan target / sasaran
c.    pengenalan pengguna sah suatu area
Ide dasar : “defensible space” à oscar newman (1972)
  1. Reduce incivilities & criminal opportunity, strategi yg digunakan adalah fixing broken window (mengurangi situasi ketidak teraturan dan lingkungan yg tidak tertata).
Incivilities suatu keadaan baik fisik maupun sosial tunjukkan ketidak pedulian sosial  yg dpt memberi peluang bg timbulnya kejahatan (newman’s image)
Physical incivilities: rumah kosong, kendaraan yg ditinggalkan, sampah, gedung rusak, corat-coret, tanah kosong (wilson & kelling)
Social incivilities : lingk pemabukan, lingk narkoba, pengangguran, pemuda bermasalah, pelacuran, lack of interaction between people on the street, heterogenitas rasial, gelandangan, pengembara, tekanan rasial, dan lain-2 faktor yg setara.
  1. Physical design features in crime prevention, Peluang kejahatan merupakan fungsi OTREP (Opportunity is the result of Target, Ris, Effort dan Pay-off), bangun kohesivitas sosial lingkungan.
OTREP (crime opportunity is the result of target, risk, effort & pay off / peluang kejahatan adl fungsi dr target yg cocok, resiko yg rendah, upaya yg bs dilakukan serta hasil yg memadai), kjht tdk terjadi apbl hsl < cost, resiko tinggi kurangi hsl. Manipulasi desain fisik lingk perbesar cost.
Intermediate factors/ goals pengaruhi crime :
-       access control / target hardening (legitimate person to enter), metode gun alat (kunci, pagar, teralis, kaca tahan pecah, alarm, kamera, lampu), eliminasi escape route, tandai barang.
-       surveillance  (residents observe offenders) : penempatan jendela, pintu menghadap ke jalan, orang tak dikenal di area à lapor polisi.
-       activity support & motivation reenforcement (building the community atmosphere), kenali tetangga & kebuth umum, yg dihadapi komunitas adl tingkat kohesi & atmosfir sosial.
Result : lower crime
  1. The impact of physical design : cara mencegah terjadinya kejahatan dpt melalui pemasangan penerangan jalan, CCTV, Satu akses, Portal, street layout
Residents CP programs – physical design
Membangun sense of community – area :
-       Tampilkan sense of safety (image)
-       Memungkinkan kegiatan surveillance
Study public housing di Newark
-       Accessibility & building size direct    effect on bulglary & fear of crime     (TP 1)
-       Building size also effect the use of   space & feeling of control over space (TP 2)
-       Indirectly on crime & fear (TP 3)
Social features are important determi -    nant    of the crime rate & fear of crime

Pencegahan kejahatan oleh lingkungan :
  1. Neighborhood Crime Prevention (masy bekerja sendiri), untuk pengaruhi level of crime &fear, metode: block watch (pos kamling yg ada di tempat/blok/ruas jln tertentu), citizen patrol (ronda kampung), police community involvement (masy dan polisi memiliki kegiatan bersama).
  2. Neighborhood-based crime prevention (berbasis pd lingkungan RT), untuk meningkatkan rasa keterlibatan dan tanggung jawab warga dlm dal kejahatan, perubahan perilaku masy shg sadar akan mslh keamanan, peningkatan kerjasama masy dan polisi. 
 
 
LIMA ASUMSI PROBLEM DLM PROGRAM WASLING (ROSENBAUM, 1987)

1.    Neighborhood watch dapat dilaksanakan dgn menyiapkan partisipasi skala besar (tdk semua program tersedia untuk mayoritas populasi)
2.    Bila ada peluang partisipasi penduduk akan bergabung dlm program yg diminati dan mengabaikan karakteristik sosiodemografi
3.    Pertemuan warga dpt moderasi konsensus rumuskan masalah, turunkan FOC dan kat partisipasi
4.    Pemeliharaan program adalah masalah utama, tdk ada program yg berlanjut sendiri
5.    Pengawasan lingkungan akan reduksi aktivitas kejahatan di suatu area dan berdampak pada perubahan postif lainnya  

Crime prevention domain and activities
•      Personal access control (pengamanan terhadap diri sendiri): multiple doorlocks (kunci ganda).
•      Personal security (membuat org aman scr pribadi) : owning dog (memiliki anjing), owning gun (memiliki senjata).
•      Surveillance : participating in neighborhood watch (partisipasi org lain untuk saling mengawasi)
•      Avoidance : staying home (tinggal di dlm rumah)
•      Target hardening (meningkatkan potensi target untuk sulit didekati): having burglar alarms (mamasang alarm),  marking of proverty (menandai properti, misal : stempel pd hewan sapi) 


Perpindahan kejahatan
•      Pergerakan kejahatan dari satu potensi target ke target lain atau penyebaran dari satu lingkungan tertentu ke tempat lain
•         Bentuk :
-       Teritorial (pindah ke lokasi lain)
-       Temporal (pindah ke waktu lain)
-       Taktikal (penggunaan alat/cara lain)
-       Target (pindah ke korban lain)
-       Fungsional (ganti tipe kekerasan, mis pencurian ke perampokan). 


Implikasi Displacement
•         Perpindahan penjahat hrs dipertimbangkan dlm setiap program pencegahan kejahatan
•         Pengaruh kegiatan pencegahan kejahatan belum banyak diketahui, pencegahan kejahatan memiliki potensi untuk mereduksi kejahatan.
•         Kejadian2 perpindahan kejahatan mendorong munculnya dukungan terhadap program pencegahan kejahatan :
-       Program tdk sesukses spt saat mrk tdk mempertimbangkan perpindahan kejahatan
-       Program mungkin tentang perubahan dlm target area, tingkat kejahatan & rasa takut kejahatan pindah ke korban lain.
-       Pemecahan yang mungkin dilakukan thd perubahan kejahatan adl mereduksi perpindahan kejahatan lebih ditingkatkan dlm skala pencegahan kejahatan yg lbh besar 


Media Massa dan Kejahatan
•         The media & crime
-       The level of reported crime (mengulas data kejahatan yg tjd dan yg dilaporkan oleh polisi untuk membuat prediksi kejahatan tahun berikutnya)
-       Media accounts & actual crime (kejahatan yg sesungguhnya tjd)
-       The impact of crime in the media on behavior (dampak dr kejahatan yg ditayangkan media thd perilaku warga masy)
•         Mass media crime prevention activities
-       Taking a bite out of crime campaign (misal mencegah peredaran uang palsu dengan iklan di media)
-       Crime newsletters (polisi membuat pesan2 kamtibmas yg disebarkan ke masy)
-       Information lines (masy mudah mengakses informasi)
-       Crime time television (adanya waktu2 yg dipilih untuk menayangkan berita ttg kejahatan)

No comments :

Post a Comment