PERBEDAAN PUBLIC RELATION
DAN MARKETING
Defenisi Public Relation, Fungsi dan Bedanya
dengan Marketing
A.
Defenisi Public Relations
Pada tahun 1975, Yayasan Pendidikan dan Penelitian PR telah
melibatkan 65 pimpinan PR turut serta dalam suatu penelitian yang menganalisis
47II definisi yang berminat dan merangkumnya menjadi 88 kata. Hal ini
diungkapkan oleh Fraser P. Seitel, Senior Vice Presiden dan Director of Public
Affairs The Chase Manhattan Bank, dalam bukunya The Practice of Public
Relations.
Definisi yang
dihasilkan dari penelitian tersebut adalah public relatios merupakan sebuah
fungsi manajemen yang membantu menciptakan dan saling memelihara alur
komunikasi, pengertian, dukungan, serta kerjasama suatu organisasi/perusahaan
dengan publiknya dan ikut terlibat dalam menangani masalah-masalah atau isu-isu
manajemen.
Definisi
lainnya masih menyebutkan bahwa PR adalah sebuah fungsi manajemen, seperti yang
disebutkan oleh Cutlip, Center, & Brown :
PR adalah
fungsi manajemen secara khusus yang mendukung terbentuknya saling pengertian
dalam komunikasi, pemahaman, penerimaan dan kerja sama antara organisasi dengan
publiknya, (Cutlip, Center & Brown, II000:4)
Menurut
Ardianto, dalam pelaksanaannya PR menggunakan komunikasi untuk memberitahu,
mempengaruhi, dan mengubah pengetahuan, sikap dan perilaku publik sasarannya.
Hasil yang dicapai dari kegiatan PR pada intinya adalah good image (citra
baik), goodwill (itikad baik), mutual understanding (saling pengertian), mutual
confindece (saling mempercayai), mutual appreciation (saling menghargai), dan
tolerance (toleransi).
Beberapa tokoh
dalam dunia komunikasi memberikan batasan-batasan atau definisi tersendiri
tentang PR antara lain yaitu:
- John E. Marston (Modern Public Relation, 1979): “Public Relations is planned, persuasive coomunication designed to influence significant public”
- Robert T. Relly (The Action of Public Relation, 1981):“Public Relations Practice is the art and social science of analyzing trends, predicting their consequences, counseling organizations leaders, and implementing planned program of action which serve both the organization’s and the public interest.
- IPRA, “Public Relations merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh good will, saling pengertian, citra baik dari masyarakat.”
- J.C. Seidel, Public Relations Director Of Housing, State of New York (dalam Saoemirat dan Ardianto, II00II : 1II), yang berbunyi :“Public Relations adalah proses yang terus menerus dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh goodwill dan pengertian dari para pelanggannya, para pekerjanya, dan masyarakat luas, ke dalam dengan mengadakan analisis dan perbaikan-perbaikan terhadap diri sendiri, ke luar dengan mengadakan pernyataan-pernyataan”.
- Sukatendel (1990) dalam Ardianto (II004):“Suatu metode komunikasi untuk penciptaan citra positif dari mitra institusi atas dasar kesadaran untuk menghormati kepentingan bersama.”
Dalam definisi
yang diungkapkan tersebut terdapat sejumlah butir penting yaitu:
· Public Relations (PR) adalah
sebuah ilmu yang cabang keilmuannya berasal dari ilmu komunikasi. Sebagai suatu
cabang keilmuan maka PR bukan sekadar isu semata tetapi mempunyai dasar
berpikir yang dapat dijelaskan dan dipertanggung jawabkan melalui metode logika
tertentu layaknya pengujian terhadap cabang keilmuan lainnya.
· Citra adalah obyek dari PR yang
telah menjadi kebutuhan dari institusi layaknya sumber daya yang telah ada
seperti sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sumber daya peralatan bahkan
sumber daya pengetahuan.
· Mitra adalah subyek dari PR
disamping institusi itu sendiri. Mitra adalah bagian dari operasi sebuah
institusi, tanpa mitra sebuah institusi tidak dapat berjalan.
· Kepentingan bersama adalah apa yang
hendak dicari oleh II (dua) institusi dalam koneksi satu dengan yang lain.
Contoh yang nyata pembeli dan penjual mempunyai tujuan bersama yaitu tercapai
kesepakatan untuk melakukan transaksi jual beli.
Public Relations menurut
definisi yang dirumuskan oleh IPR (Institute Public Relations) adalah praktek
humas yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan (terus-menerus)
dalam rangka menciptakan dan mempertahankan niat baik (goodwill), serta
sikap-sikap yang saling pengertian yang bersifat timbal balik (Mutual
Understanding) antara suatu organisasi atau perusahaan dengan segenap
khalayaknya. (Frank Jefkins, 1996:8)
Dalam Kongres I Asosiasi
PR Sedunia di Mexico City tahun 1978 diperoleh kesepakatan tentang definisi PR
Sebagai seni sekaligus ilmu sosial yang menganalisis berbagai kecenderungan,
memperkirakan setiap kemungkinan konsekuensi darinya, memberi masukan dan
saran-saran kepada pemimpin organisasi, serta menerapkan program-program
tindakan yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi atau kepentingan
khalayak
Frank Jefkins (1995 :
9):“Public Relations adalah sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang
terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan
semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang
berlandaskan pada saling pengertian”.
Dari beberapa
definisi di atas, terdapat beberapa kesamaan konsep yang dapat ditarik sebagai
kata kunci untuk definisi PR tersebut, yaitu :
- Deliberate, artinya kegiatan PR pada dasarnya adalah kegiatan yang disengaja.
- Planned, artinya kegiatan PR adalah kegiatan yang terorganisir rapi atau terencana.
- Performance, artinya PR yang efektif harus didasarkan pada kebijakan dan penampilan yang sesungguhnya.
- Public Interest, artinya alasan mendasar dari suatu kegiatan PR adalah untuk memenuhi kepentingan publik dan tidak semata-mata untuk membantu organisasi meningkatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
- Two ways communications, artinya pada dasarnya dalam kegiatan PR harus terjadi pertukaran komunikasi.
- Management functions, artinya PR paling efektif jika ia menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dalam sebuah manajemen organisasi.
B.
Definisi Konsep Dan Kekhasan Public Relations
1.
Menuju Perubahan Konsep
Berubahnya sudut pandang dari Public Relations mempengaruhi
perubahan fungsi dalam perkembangan organisasi dan masyarakat. Mereka juga
menunjukkan perjuangan profesi yang timbul mencari identitas sendiri sebagai
fungsi manajemen dalam organisasi. Yang paling menarik dari perubahan ilustrasi
yaitu bagaimana konsep mengambil arti secara umum.
Di Amerika
Serikat (AS), kepentingan bisnis yang mulanya banyak mendorong tampilnya
kekuatan Public Relations yaitu pada awal tahun 1900-an, mengangkat pekerja
Public Relations yang disewa untuk melindungi usaha dirinya dan monopolinya
dari gangguan “keusilan” pemberitaan wartawan dan ancaman peraturan pemerintah.
Titik beratnya adalah mengangkat sudut pandangnya dan memajukan “serangan”
balik yang dirancang untuk mempengaruhi pendapat publik dan mencegah politik publik
mengubah-ubah peraturan bisnis yang telah mapan.
Satu cara
komunikasi, yaitu persuasi, mendominasi AS pada saat memasuki Perang Dunia I
dan Presiden W. Wilson menciptakan Komite Informasi Publik. Komite itu diketuai
oleh G. Creel dan anggotanya adalah propaganda muda yang kemudian membentuk
lembaga PR (Public Relatioans firm). Tujuannya adalah untuk menyatukan pendapat
publik di belakang usaha perang melalui kampanye propaganda di berbagai tempat.
Selama beberapa tahun Public Relations mengambil bentuk publikasi untuk
mempengaruhi pihak lain.
Banyak yang
masih menganggap Public Relations sebagai persuasi belaka. Sebagai contoh, satu
kamus membatasi Public Relations sebagai “Mempersuasi publik untuk memahami dan
saling menghargai”. Definisi ini mempengaruhi tulisan Edward L. Bernays, penemu
penemu Public Relations – dalam bukunya yang berjudul “The Engineering of
Current” (1955).
Selama beberapa
dekade setelah Perang Dunia II, definisi mengarah ke dalam lingkup pengertian
ide komunikasi dua arah dan hubungan. Definisi memasukkan kata saling, timbal
balik (mutual) dan diantaranya menunjukkan fungsi perkembangan. Konsep
interaktif ini ditunjukkan dalam Webster Third News International Dictionaries
dengan definisi PR sebagai “seni dan ilmu pengetahuan untuk membangun saling
pengertian dan menghargai”. Institut of Public Relations di Inggris membatasi
fungsi sebagai usaha untuk menunjukkan dan mengutamakan pengertian timbal balik
antara organisasi dan publik.
Professor Yale
dalam Public Opinion Quarterly menemukan Harwood L. Childs memperkenalkan
konsep yang lebih baik pada akhir tahun 1930-an. Menentang kebijaksanaan yang
biasa dilakukan, Childs menarik kesimpulan bahwa Public Relations yang
sesungguhnya adalah “bukan presentasi sudut pandang, tidak seni yang dipengaruhi
oleh bakat, tidak juga pengembangan hubungan yang ramah dan menguntungkan”.
Fungsi dasarnya adalah “untuk mengatur atau memufakatkan kepentingan dalam
kedua aspek yaitu diri kita dan kebiasaan bekerjasama yang mempunyai hubungan
sosial yang signifikan”. Singkatnya fungsi Public Relations menurut Childs
adalah untuk membantu organisasi mengatur lingkungannya, sebuah konsep Public
Relations yang muncul beberapa tahun kemudian sebagai bagian dari pikiran
modern.
Adaptasi
organisasi sebagai hasil Public Relations merekomendasikan suatu fungsi
manajemen, suatu peran yang mempengaruhi kebijakan dan disamping itu mengemban
fungsi tindakan korektif dalam komunikasi. Asosiasi Public Relations
Internasional mengambil elemen ini dengan memasukkan “konseling pemimpin
organisasi” dan menyatakan “program rencana tindakan” dalam definisi Public
Relations .
Singkatnya,
Konsep satu arah Public Relations disadari hampir mendekati ke propaganda dan
komunikasi persuasif, istimewanya dalam bentuk publisitas. Sedangkan konsep dua
arah menekankan konsep pertukaran dalam komunikasi, hubungan timbal balik, dan
saling pengertian. Perluasan lanjut konsep dua arah termasuk penyesuaian
organisasi, dengan menambahkan manajemen bimbingan dan melakukan tidakan
korektif sebagai peran PR.
2.
Membatasi Konsep Public
Relations Dalam Praktek
Menggambarkan apa yang dilakukan Public Relations dalam praktek
merupakan masalah lain dalam memberi batasan fungsi. Satu usaha yang paling
gigih untuk membatasi pekerjaan PR dilakukan oleh surat kabar Public Relations
satu dari beberapa iklan yang terbit dalam bidang ini. Definisi ini
memberitahukan bagaimana Public Relations menjalankan tugasnya dalam
organisasi. Public Relations adalah fungsi manajemen yang menilai sikap publik,
mengenali kebijaksanaan dan tata cara seseorang atau organisasi dengan menaruh
perhatian pada publik, merencanakan dan menjalankan program tindakan untuk
memperoleh pengertian dan kepercayaan publik.
Dr. Rex F.
Harlow mengumpulkan 472 definisi yang ditulis awal tahun1900-an sampai 1976,
kemudian menyimpulkan:
Public
Relations adalah fungsi manajemen tersendiri yang membantu mengukuhkan dan
menjaga kesinambungan komunikasi timbal balik, pengertian, penerimaan serta
kerjasama antara organisasi dengan publiknya; termasuk manajemen issue,
membantu manajemen agar selalu terpenuhi informasi dan responsif terhadap
pendapat publik; mendefinisikan dan menekankan tanggungjawab manajemen untuk
melayani kepentingan publik, membantu manajemen selalu tanggap dan memanfaatkan
secara efektif perubahan setiap waktu, bertindak selaku juru pengingat untuk
mengantisipasi kecenderungan-kecenderungan yang ada; serta menggunakan riset,
pengetahuan, dan etika komunikasi sebagai alat utamanya.
Sebagian unsur
yang umumnya ada dalam kebanyakan definisi Public Relations menyiratkan bahwa
- Melakukan perencanaan dan menopang program pengembangan citra sebagai bagian manajemen organisasi.
- menangani kegiatan-kegiatan menjembatani hubungan komunikasi antara organisasi dengan publiknya.
- memonitor kesadaran, pendapat, sikap dan perilaku di dalam dan di luar organisasi yang terkait dengan citra organisasi,
- menganalisa dampak komunikasi dari kebijakan, prosedur, dan tindakan-tindakan yang ditujukan kepada publik,
- menyesuaikan kebijakan, prosedur, dan tindakan-tindakan yang ternyata menimbulkan masalah komunikasi dan bertentangan dengan kepentingan publik dan kelangsungan hidup organisasi,
- memberikan jasa konsultan kepada manajemen untuk menyusun kebijakan, prosedur, dan tindakan-tindakan baru yang saling menguntungkan bagi pembentukan iklim komunikasi baik pada organisasi maupun publiknya.
- menstimulir kearah komunikasi konvergen dan sinergi dua arah antara organisasi dengan publiknya, serta menjaga dan melestarikannya.
- memperkenalkan perubahan-perubahan spesifik dalam kesadaran, pendapat, sikap dan perilaku di dalam dan di luar organisasi,terjaganya hubungan atau menghasilkan hubungan baru antara organisasi dengan publiknya.
Perubahan konsep dan usaha-usaha untuk menggambarkan praktek
mengarahkan pada definisi berikut: Public Relations adalah fungsi manajemen
yang menegakkan dan menjaga-pelihara hubungan timbal balik yang saling
menguntungkan antara organisasi dan publiknya dimana padanya bergantung
kesuksesan dan kegagalannya.
C. Perbedaan
Public Relations dengan Marketing
Sangat sulit menarik benang merah perbedaan antara PR dan Marketing,
bahkan terkesan tidak jelas. Kedua bidang ini saling mempengaruhi dan sangat
penting dimiliki oleh sebuah perusahaan atau organisasi. PR dan Marketing
menentukan sukses atau tidaknya sebuah perusahaan. Sebagian Manager tidak
begitu memahami hakekat fungsi dan tujuan keberadaan PR dalam sebuah
perusahaan. Fungsi PR dipandang hanya merupakan sub-bagian dari fungsi
marketing dan hanya menjalankan fungsi publikasi. Pun demikian, jika kita kaji
lebih dalam lagi, PR bukan hanya sub-bagian dari fungsi marketing, namun juga
menjalankan fungsi dalam pengelolaan hubungan, baik internal maupun eksternal
sebuah perusahaan demi hasil yang dicapai secara maksimal.
Meski tidak
selalu didefenisikan secara jelas dalam praktiknya, marketing, dan PR dapat
dibedakan secara konseptual dan hubungannya dijelaskan. Pertama, keinginan dan
kebutuhan orang adalah aspek fundamental bagi konsep marketing. Apa yang orang
inginkan atau butuhkan akan diterjemahkan sebagai permintaan konsumen. Pemasar
menawarkan produk dan jasa untuk memuaskan permintaan tersebut. Konsumen
memilih produk dan jasa yang memberikan kegunaan, nilai, dan kepuasaan paling
besar. Terakhir, pemasar menyerahkan produk atau jasa kepada konsumen untuk
ditukar dengan sesuatu yang bernilai.
Menurut ahli
pemasaran Philip Kotler: “pertukaran, yang merupakan inti dari konsep
marketing, adalah proses mendapatkan produk yang di inginkan dari seseorang
dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalannya.” Transaksi inilah yang membedakan
fungsi marketing-dua pihak saling menukar sesuatu yang bernilai bagi kedua
belah pihak.
Ringkasnya,
marketing menciptakan hubungan dimana pertukaran terjadi-kepemilikan berpindah
tangan. Tujuan marketing adalah menarik dan memuaskan konsumen secara terus
menerus dalam rangka mengamankan “pangsa pasar” dan mencapai tujuan ekonomi
perusahaan.
Untuk tujuan
itu, publisitas produk dan hubungan media digunakan untuk mendukung marketing.
Karena spesialis PR biasanya tahu cara menulis untuk media itu, dan tahu cara
bekerja mengahadapi wartawan, serta tahu cara merancang dan mengimplementasikan
program komunikasi internal, maka para pemasar meminta bantuan mereka dalam
menjalankan program marketingnya.
Contoh:
Produk Kentucky
Fried Chiken atau yang lebih dikenal dengan akronim KFC telah dikenal secara
luas oleh masyarakat. Tidak ada masyarakat yang tidak mengetahui KFC meskipun
mereka belum pernah menikmati ayam gorengnya yang renyah dan gurih. KFC bukanlah
produk asli Indonesia, melainkan produk makanan cepat saji yang berasal dari
salah satu negara bagian di Amerika, Kentucky. Kita percaya bahwa produk KFC
itu enak walaupun baru mengenalnya. Hal ini terjadi karena sistem manajemen
perusahaan KFC yang baik. Mereka menggunakan jasa PR dengan sangat maksimal
dalam hal pencitraan kepada masyarakat. Selanjutnya, PR melakukan fungsi
publikasi yang menjadi sub-bagian dari fungsi marketing guna mempromosikan
produk kepada masyarakat. PR memasang iklan di berbagai media massa; cetak
maupun elektronik, yang kesemuanya itu dapat diakses/dilihat oleh masyarakat.
Iklan atau promosi yang dilakukan oleh manajemen KFC berupaya mempengaruhi
masyarakat untuk mencoba dan membeli produk KFC. “Jagonya Ayam” merupakan
slogan KFC yang mampu mempengaruhi publik. Hasil yang diperoleh KFC dapat kita
lihat pada kenyataannya saat ini. Produk KFC dikonsumsi dan dipercaya oleh
masyarakat sebagai produk ayam goreng yang gurih, renyah, dan enak melebihi
ayam goreng yang dimasak di rumah sendiri, meskipun belum ada jaminan bahwa
produk KFC tersebut halal.
Dari contoh
singkat di atas, dapat dilihat bahwa PR dan Pemasaran saling mempengaruhi satu
sama lainnya. Kedua posisi ini tidak dapat dipisahkan mengingat hasil yang
ingin dicapai sebuah perusahaan karena Public Relations mampu melakukan fungsi
marketing (pemasaran) yang lebih efektif.
1.
Bagian dari Fungsi
Public Relation
- Hubungan internal
Adalah bagian
khusus dari public relation yang membangun dan mempertahankan hubungan yang
baik dan saling bermanfaat antara manajer dan karyawan tempat organisasi
menggantungkan kesuksesannya.
Ahli hubungan
internal bekerja di bagian “komunikasi karyawan,” “hubungan karyawan,” atau
“hubungan internal.” Mereka ini merancang dan mengimplementasikan program komunikasi
internal dengan tujuan agar karyawan tetap mendapat informasi baru dan tetap
termotivasi, serta menciptakan kultur organisasi.
Menurut Alvie
Smith, mantan direktur komunikasi korporat di General Motors, ada dua faktor
yang menjelaskan mengapa manajemen menghormati salah satu aspek dari fungsi PR
ini :
- Arti penting pemahaman, teamwork, dan komitmen karyawan dalam mencapai hasil standard. Aspek positif dari perilaku karyawan ini sangat dipengaruhi oleh komunikasi dua arah yang interaktif di seluruh organisasi.
- Kebutuhan untuk membangun jaringan komunikasi-manajer, jaringan yang membuat setiap supervisor di setipa level bisa melakukan komunikasi secara efektive dengan karyawannya. Kebutuhan ini bukan sekadar informasi yang berkaitan dengan tugas dan harus mencakup isu publik dan isu bisnis penting yang mempengaruhi keseluruhan organisasi ( Alvie L. Smith dalam surat kepada penulis, 28 Maret 1993 ).
- Publisitas
Adalah
informasi yang disediakan oleh sumber luar yang digunakan oleh media karena
informasi itu memiliki nilai berita. Metode penempatan pesan di media ini
adalah metode yang tak bisa dikontrol sebab sumber informasi tidak member
bayaran kepada media untuk pemutaran informasi tersebut.
Sumber-sumber
PR menyediakan informasi yang mereka anggap pantas diberitakan informasi
tersebut, dengan harapan editor dan reporter akan menggunakan informasi
tersebut
Contoh dari
publisitas itu sendiri antara lain berita di rubrik finansial tentang
peningkatan pendapatan sebuah perusahaan, sebuah foto dan caption tentang
pengumuman bisnis baru atau peluncuran produk baru, tulisan seorang kolumnis
tentang kemajuan kampanye pengumpulan dana, berita feature di majalah yang
menjelaskan tentang ilmuan ilmiah dari pusat diset kanker, dan sebagainya.
Model praktik publisitas disebut informasi publik. Model ” mengisahkan cerita
kami ” masih merupakan model yang paling banyak digunakan. Publisitas yang
dihasilkan oleh mantan jurnalis telah mendominasi praktik PR sejak awal, jadi
tidak mengejutkan jika ada yang masih mengacaukan anatara publisitas dengan
konsep PR yang lebih luas.
- Advertising
Adalah
informaasi yang ditempatkan di media oleh sponsor tertentu yang jelas
identitasnya yang membayar untuk ruang dan waktu penempatan informasi tersebut.
Ini adalah metode kontrol dalam menempatkan pesan di media.
Organisasi-organisasi
menggunakan advertising untuk tujuan PR ketika mereka ingin menanggapi kritik
di media-yakni kritik media yang tak bisa di kontrol sepenuhnya-saat mnereka
menganggap sudut pandang mereka tidak dimuat secara adil dan seimbang, saat
mereka merasa bahwa publik mereka tidak memahami isu dengan benar atau bersikap
apatis, atau ketika mereka ingin mengemukakan pandangan terhadap suatu kasus.
- Press Agentry
Adalah
penciptaan berita dan peristiwa yang bernilai berita untuk menarik perhatian
media massa dan mendapatkan perhatian public.
Agen pers
berusaha menarik perhatian publik lebih dari sekadar membangun pemahaman
publik. Mereka mendasarkan pendekatannya pada teori penentuan agenda, yag
menyatakan bahwa banyaknya liputan media massa akan menentukan persepsi publik
terhadap arti penting relatif dari topik dan orang. Mereka menarik perhatian
melalui praktik Press Agentry.
Pres agentry
memainkan peran utama dalam industry rekaman music, olahraga professional,
atraksi turis, studi film, televise, pertunjukan konser dan teater, dan
usaha-usaha bisnis yang dipimpin oleh para selebritis. Misalnya, agen pers
menciptakan legenda Davy Crockett dan Courtney Love; mempromosikan lomba balap
Indianapolis 500 Memorial day dab Super Bowl sampai ke tingkat nasional.
- Public Affairs
Adalah bagian
khusus dari public relation yang membangun dan mempertahankan hubungan
pemerintah dan komunitas local dalam rangka memengaruhi kebijakan public.
Dalam
perusahaan,”public affairs” biasa mengacu pada usaha PR yang berkaitan dengan
kebijakan publik dan “corporate citizenship”. Spesialis public affairs di
perusahaan berfungsi sebagai perantara atau penghubung dengan unit-unit
pemerintah. Spesialis public affairs lainnya bekerja di departmen yang disebut
“corporate affairs”,”corporate relations”,”government relations”, dan eksternal
affairs”. (Hoewing,” The State of Public Affairs” )
- Lobbying
Definisi dari
lobbying adalah bagian khusus dari PR yang berfungsi untuk menjalin dan
memelihara hubungan dengan pemerintahteruama dengan tujuan memengaruhi
penyusunan undang-undang dan regulasi. Banyak kalangan memnadang bahwa kegiatan
lobbying sebagai usaha untuk memanipulasi demi kepentingan sendiri. Tetapi
citra stereotiper pelobi yang membagi-bagi duit sambil mengiap rokok kini tak
lagi berlaku untuk kebanyakan pelibi dan pekerjaan mereka:
Pelobi
menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengumpulkan informasi dari pemerintah
ketimbang melakukan komunikasi dengan pemerintah, karena strategi,taktik dan
posisi lobbying yang baik sangat tergantung kepada bisnis informasi yang kuat.
( Charles S. Mack , ” Lobbying And Political Action, dalam Practical Public
Affairs.
- Manajemen Isu
Manajemen isu
adalah proses proaktif dalam mengantisipasi, mengindentifikasi, mengevaluasi,
dan merespons isu-isu kebijakan publik yamg memengaruhi hubungan organisasi
dengan publik mereka. Sebuah panel ahli mengembang definisi tersebut menjadi:
Menganttisipasi, meriset dan memprioritaskan isu;menilai dampak isu terhadap
organisasi; merekomendasikan kebijakan dan strategi untuk meminimalkan resiko
dan meraih peluang, berpartisipasi dan mengimplementasikan strategi ;
mengevaluasi dampak program. ( Kerry Tucker dan Glen Broom, ” Managing Issues
Acts as Bridge to Strategic Planning, ” Public Relations Journal 49 No. 11,
November 1993: 38-40 )
- Hubungan Investor
Hubungan
investor adalah bagian dari PR dalam perusahaan korporat yang membangun dan
menjaga hubungan yang bermanfaat dan saling menguntungkan dengan shareholder
dan pihak lain di dalam komunikasi keuangan dalam rangka memaksimalkan nilai
pasar. Praktisi PR yang tidak pernah mendapatkan pelatihan yang baik dan tidak
memiliki banyak pengalaman di dalam dunia bisnis, manajemen dan hukum
kemungkina besar tidak akan mampu untuk mengisi posisi di bidang hubungan
investor, ” demikian pendapat periset yang mempelajari persepsi fungsi CEO. (
Barbara K. Petersen dan Hugh J. Martin, ” CEO Perceptions of Investor Relations
as a Public Relations Funtion: An Explatory Study, Journal of Public Relations
Research 8, No. 3, 1996: 206-6 )
- Pengembangan
Pengembangan
adalah bagian khusus dari PR dalam organisasi nirlaba yang bertugas dan
membangun dan memelihara hubungan dengan donor dan anggota dengan tujuan
mendapatkan dana dan dukungan sukarela. Spesialis pengembangan bekerja untuk
stasiun penyiaran publik, yayasan riset penyakit, kelompok komunitas seni,
museum, kebun binatang, kelompok pemuda, universitas, kelompok kepentingan
khusus, dan organisasi keagamaan.Karena kelompok semacam ini bergantung kepada
sumbangan, iuran anggota, atau kombinasi dari keduanya.
SELAMAT MEMBACA
No comments :
Post a Comment